Menjemput 2026 dengan Hati yang Lebih Dewasa

Menjemput 2026 dengan Hati yang Lebih Dewasa
Catatan Renungan Awal Tahun dari HRD Forum
Ditulis pukul 00.01 WIB, 1 Januari 2026

Tepat di detik-detik awal tahun 2026, ketika angka di kalender berganti dan sebagian dari kita masih terjaga—entah dalam hening, doa, atau sekadar menatap layar ponsel—ada satu momen penting yang layak kita beri ruang: momen untuk berhenti sejenak, menoleh ke belakang, lalu menatap ke depan dengan kesadaran yang lebih utuh.

Tahun 2025 telah kita lewati.
Dengan segala cerita di dalamnya.

Ada tawa, ada lelah.
Ada pencapaian yang membanggakan, tetapi juga ada rencana yang tidak pernah benar-benar sampai ke garis akhir. Ada target yang tercapai, namun ada pula impian yang hanya berhenti di papan perencanaan, di proposal, di catatan pribadi, atau di doa yang belum terjawab seperti yang kita harapkan.

Dan itu manusiawi.

Tidak semua yang kita inginkan di tahun 2025 terkabul. Tidak semua usaha berujung pada hasil yang kita bayangkan. Tidak semua kerja keras langsung berbuah manis. Tidak semua kesabaran dibalas cepat. Tidak semua kebaikan segera kembali.

Namun, kegagalan keinginan bukanlah kegagalan hidup.
Keinginan yang belum terkabul bukanlah tanda bahwa kita kalah.
Dan hasil yang belum sesuai harapan bukanlah bukti bahwa kita tidak cukup baik.

Sering kali, kita terlalu keras menilai diri sendiri. Kita mengukur hidup hanya dari apa yang berhasil kita capai, bukan dari apa yang sudah kita pelajari. Kita fokus pada “apa yang tidak jadi”, dan lupa melihat “apa yang membuat kita bertumbuh”.

Padahal, dalam banyak hal, Tuhan tidak selalu bekerja dengan cara yang kita inginkan—tetapi selalu dengan cara yang terbaik.

Ada keinginan yang tidak terkabul di tahun 2025 karena mungkin, jika terkabul, kita belum cukup siap menanggung konsekuensinya. Ada pintu yang tertutup karena mungkin, jika terbuka, kita akan masuk ke ruang yang belum mampu kita kelola. Ada rencana yang tertunda karena mungkin, jika dipercepat, ia justru akan melukai kita.

Kita sering memaknai penundaan sebagai penolakan,
padahal bisa jadi itu adalah perlindungan.

Sebagai profesional—baik sebagai pemimpin, praktisi HR, pengusaha, manajer, maupun individu yang sedang membangun karier—kita terbiasa berpikir dengan logika, data, dan target. Itu penting. Namun di titik tertentu, kita juga perlu menyadari bahwa hidup tidak selalu bergerak lurus seperti grafik KPI.

Ada variabel yang tidak bisa kita kendalikan.
Ada faktor yang berada di luar kuasa kita.
Dan ada waktu-waktu di mana yang paling bijak bukanlah memaksa, melainkan menerima.

Menerima bukan berarti menyerah.
Menerima berarti mengakui bahwa kita sudah berusaha sebaik yang kita mampu, dan mempercayakan sisanya kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.

Di awal tahun 2026 ini, HRD Forum mengajak seluruh profesional di Indonesia untuk berhenti sejenak dan bersyukur. Bukan hanya bersyukur atas hal-hal besar yang terlihat, tetapi juga atas hal-hal kecil yang sering luput dari perhatian: kesehatan yang masih terjaga, kesempatan untuk belajar dari kegagalan, orang-orang yang tetap mendampingi, serta kekuatan untuk bangkit meski sempat jatuh.

Bersyukur adalah bentuk kedewasaan batin.
Bersyukur adalah pengakuan bahwa hidup tidak sepenuhnya tentang kita, melainkan tentang proses yang sedang membentuk kita.

Tahun 2025 mungkin mengajarkan kita tentang batas. Tentang kelelahan. Tentang realita bahwa tidak semua bisa kita kontrol. Tetapi di situlah nilai pentingnya: kita belajar rendah hati. Kita belajar menata ulang prioritas. Kita belajar bahwa makna sukses tidak hanya soal jabatan, angka, atau pengakuan, tetapi juga tentang ketenangan, integritas, dan dampak.

Memasuki 2026, kita tidak hanya membawa resolusi. Kita membawa pelajaran.

Kita melangkah dengan kesadaran bahwa harapan harus disertai usaha, tetapi usaha juga harus disertai doa. Bahwa kerja keras tetap penting, tetapi kejujuran, etika, dan niat baik jauh lebih menentukan keberlanjutan. Bahwa berkarya bukan hanya tentang hasil, tetapi juga tentang nilai yang kita tinggalkan.

Di tahun 2026 ini, mari kita berusaha dengan lebih bijak.
Berkarya dengan lebih bermakna.
Memberi dengan lebih tulus.
Dan berdoa dengan hati yang lebih lapang.

Bekerja bukan sekadar untuk mencapai target pribadi, tetapi untuk memberi manfaat bagi organisasi, tim, dan masyarakat. Memimpin bukan hanya soal mengarahkan, tetapi juga tentang mendengarkan dan melayani. Menjadi profesional bukan hanya tentang kompetensi, tetapi juga karakter.

HRD Forum percaya bahwa profesional yang kuat bukanlah mereka yang tidak pernah gagal, melainkan mereka yang mampu belajar, bangkit, dan tetap berpegang pada nilai. Mereka yang mampu bersyukur di tengah keterbatasan, dan tetap berharap tanpa kehilangan iman.

Tahun 2026 tidak menjanjikan segalanya akan mudah.
Tidak ada jaminan semua rencana akan berjalan mulus.
Namun selalu ada kesempatan baru untuk memperbaiki, menumbuhkan, dan memaknai.

Jika di tahun 2025 Anda merasa belum sampai di tempat yang Anda inginkan, izinkan kami mengatakan satu hal: Anda belum terlambat. Selama Anda masih mau belajar, berusaha, dan berdoa, perjalanan masih berlangsung.

Mari kita awali tahun ini dengan niat yang jernih, hati yang bersyukur, dan keyakinan bahwa Tuhan selalu bekerja—bahkan ketika kita tidak melihat hasilnya secara langsung.

Terima kasih, tahun 2025, atas semua pelajaranmu.
Selamat datang, tahun 2026, kami melangkah dengan harapan yang lebih dewasa.

Semoga di tahun ini, keinginan dan harapan terbaik kita dikabulkan pada waktu dan cara yang paling tepat. Dan jika pun belum, semoga kita diberi kekuatan untuk tetap percaya, tetap berbuat baik, dan tetap bersyukur.

Selamat Tahun Baru 2026.
Salam hangat dan doa terbaik,
HRD Forum

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories

Archives

You May Also Like

HRD Forum menyediakan jasa pembuatan Kamus Kompetensi Jabatan profesional. Lengkap dengan analisis, penyusunan, dan implementasi berbasis kompetensi sejak 2004.
Human Resources Business Partner (HRBP) sebagai fungsi yang sangat strategis. HRBP bukan admin personalia, bukan hanya koordinator pelatihan, dan bukan...
Ubah suara karyawan menjadi pertumbuhan bisnis. Pelajari cara menerjemahkan feedback menjadi aksi strategis yang meningkatkan kinerja dan profitabilitas.

You cannot copy content of this page